Palu – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna di Kota Palu selama bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi penumpukan sampah yang menjadi tujuan akhir berbagai jenis limbah rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat, kawasan ini identik dengan bau tidak sedap, pencemaran, dan lingkungan yang kurang nyaman. Namun, di balik tumpukan sampah tersebut terdapat kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas pengelolaan sampah. Kini, wajah TPA Kawatuna mulai berubah berkat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang menghadirkan solusi nyata melalui pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan penghijauan kawasan.
Program yang dijalankan PLN tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan menjadi fondasi bagi perubahan jangka panjang. Melalui penyediaan mesin pencacah sampah organik dan bantuan bibit tanaman produktif, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Transformasi TPA Kawatuna Menjadi Kawasan Produktif
TPA Kawatuna merupakan titik akhir pengelolaan sampah Kota Palu setelah melalui proses pemilahan, pengumpulan, dan pengangkutan. Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi pusat aktivitas para pemulung dan pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilannya dari sampah yang masih memiliki nilai jual.
Perubahan mulai terlihat ketika PLN melalui Program TJSL memberikan dua unit mesin pencacah sampah organik. Bantuan tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengolah limbah organik menjadi bahan baku pupuk kompos. Tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, program ini juga didukung dengan penanaman berbagai bibit pohon produktif seperti mangga, sawo, dan tanaman buah lainnya yang memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Perlahan, citra TPA Kawatuna mulai bergeser. Kawasan yang sebelumnya hanya dipandang sebagai tempat pembuangan kini berkembang menjadi lokasi pembelajaran mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Program TJSL PLN Wujud Komitmen terhadap ESG
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa Program TJSL merupakan implementasi nyata prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.
