JAKARTA – Pertumbuhan OMODA & JAECOO pada 2026 tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya penjualan kendaraan energi baru. Pada Agustus, penjualan global kedua merek mencapai 65.576 unit, sementara kendaraan energi baru menyumbang 49.712 unit.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan NEV tersebut mengalami pertumbuhan 167,5 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi daripada pertumbuhan total penjualan OMODA & JAECOO yang berada di angka 101,7 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa produk elektrifikasi memiliki kontribusi besar terhadap ekspansi global perusahaan. Perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien dan rendah emisi memberikan peluang baru bagi produsen otomotif dengan portofolio EV dan hybrid.
JAECOO menjadi salah satu merek yang agresif di segmen tersebut. Di Indonesia, JAECOO J5 EV mencatat 20.186 unit penjualan retail secara kumulatif pada Januari hingga Juli 2026. Penjualan Juli mencapai 3.200 unit atau meningkat 4,9 persen dibandingkan Juni.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan listrik bukan hanya menjadi strategi untuk pasar tertentu. Produk elektrifikasi mulai menjadi bagian penting dari portofolio OMODA & JAECOO di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebelumnya, performa global juga menunjukkan tren serupa. Pada Juni 2026, OMODA & JAECOO menjual 75.102 kendaraan secara global dengan pertumbuhan 178 persen. Penjualan NEV bahkan meningkat 310 persen menjadi 56.188 unit.
Strategi tersebut juga didukung oleh beragam teknologi elektrifikasi. OMODA & JAECOO mengembangkan model listrik murni sekaligus teknologi hybrid, sehingga dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda di berbagai negara.
Pertumbuhan kendaraan energi baru menjadi sinyal bahwa persaingan otomotif global semakin bergeser. Bukan hanya soal desain dan harga, produsen juga harus mampu menawarkan teknologi elektrifikasi, konektivitas, serta pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.
