Sulawesi Selatan – PLN melakukan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi fenomena El Niño. Pemeliharaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan sistem sekaligus memastikan fasilitas kelistrikan berada dalam kondisi optimal.
El Niño menjadi perhatian bagi sistem kelistrikan Sulawesi karena musim kemarau yang lebih panjang dapat berdampak terhadap ketersediaan air. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pembangkit listrik tenaga air yang membutuhkan debit air untuk menghasilkan energi.
PLN menyatakan pemeliharaan dilakukan secara preventif dan perbaikan infrastruktur. Tujuannya bukan hanya mengatasi masalah yang sudah terjadi, tetapi juga mengurangi kemungkinan gangguan pada masa mendatang.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan pemeliharaan merupakan upaya mitigasi agar seluruh infrastruktur berada dalam kondisi prima. Dengan demikian, gangguan yang berasal dari sisi peralatan dapat ditekan sehingga perhatian dapat lebih difokuskan pada faktor eksternal seperti cuaca.
Selama pemeliharaan berlangsung, PLN harus melakukan pengaturan beban karena daya mampu pasok sistem mengalami pengurangan sementara. Pengaturan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah dan tidak seluruh daerah mengalami pemadaman secara bersamaan.
Dalam laporan terbaru, durasi pemadaman akibat pengaturan beban diperkirakan sekitar 1 hingga 4 jam setiap sesi, dengan waktu pelaksanaan dapat menyesuaikan kondisi sistem di lapangan. PLN terus mengerahkan petugas untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Namun, masyarakat perlu membedakan antara dampak El Niño dan pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung. PLN UID Sulselrabar menegaskan bahwa pemadaman bergilir saat ini bukan secara langsung disebabkan oleh El Niño atau penurunan debit air PLTA, melainkan karena pemeliharaan fasilitas dan sistem.
Meski begitu, PLN tidak mengabaikan potensi pengaruh kekeringan terhadap PLTA. Pemantauan kondisi kekeringan tetap dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi pasokan.
Langkah mitigasi juga telah diperkuat melalui penambahan kapasitas pembangkit. PLN sebelumnya menyebut terdapat tambahan kapasitas sekitar 300 MW di sistem Sulbagsel pasca-2023. Selain itu, seluruh unit pembangkit dijadwalkan menjalani pemeliharaan agar siap menghadapi periode El Niño.
PLN juga menyiapkan 152 unit genset sebagai sumber daya cadangan. Dengan berbagai langkah tersebut, perusahaan berusaha memastikan pasokan listrik tetap stabil sekalipun sistem menghadapi tekanan akibat faktor cuaca dan kebutuhan pemeliharaan.
