Jakarta – Indonesia Drone Expo 2026 tidak hanya memperlihatkan perkembangan pesawat nirawak, tetapi juga membuka pembahasan lebih luas mengenai sistem tanpa awak. Dalam ajang yang berlangsung di JIExpo Kemayoran tersebut, teknologi drone dipandang sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan berbagai perangkat dan sistem digital.
Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Arif Harnanto, dalam kegiatan IDE 2026 menekankan bahwa sistem tanpa awak tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai perangkat yang dapat terbang tanpa pilot. Sistem tersebut perlu terhubung dengan sensor, data, komunikasi, komando, AI, dan pengguna.
Pandangan tersebut menunjukkan perubahan cara melihat teknologi drone. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada bentuk dan kemampuan terbang, kini nilai sebuah sistem nirawak juga ditentukan oleh kemampuan mengumpulkan, mengirimkan, dan mengolah data.
Dalam konteks pertahanan, integrasi tersebut menjadi semakin penting. Drone dapat berfungsi sebagai salah satu sumber informasi bagi sistem yang lebih luas. Namun, efektivitasnya bergantung pada kemampuan komunikasi, sensor, analisis data, dan sistem komando.
Konsep serupa juga dapat diterapkan pada sektor sipil. Dalam pengawasan infrastruktur, misalnya, drone dapat mengumpulkan gambar atau data lapangan yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak tertentu.
Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem tersebut. Selain memiliki kebutuhan di sektor pertahanan, teknologi nirawak dapat digunakan untuk pertanian, pemetaan, kebencanaan, transportasi, maritim, dan berbagai kegiatan industri.
Pengembangan teknologi dalam negeri juga menjadi faktor penting. Semakin banyak komponen dan kemampuan yang dapat dikembangkan oleh industri nasional, semakin besar pula peluang Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar.
Di sisi lain, sistem nirawak membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi lintas bidang. Keahlian penerbangan saja tidak cukup karena ekosistem tersebut juga membutuhkan ahli data, AI, komunikasi, sensor, keamanan siber, dan sistem kendali.
Indonesia Drone Expo 2026 akhirnya menjadi salah satu forum untuk memperlihatkan bahwa masa depan drone tidak hanya terletak pada perangkat keras. Masa depan tersebut juga berada pada kemampuan mengintegrasikan berbagai teknologi menjadi sebuah sistem yang dapat digunakan secara efektif dan aman.
