Jakarta, KilasDunia – Produksi batu bara yang meningkat di India dan China menjadi faktor utama yang menekan harga batu bara global. Kedua negara ini mencatatkan rekor produksi tertinggi, menyebabkan lonjakan stok dan berkontribusi terhadap melemahnya harga
Saat ini, harga batu bara Newcastle di Australia telah turun hingga sekitar US$100 per ton, mengalami penurunan sekitar 20% sejak awal tahun. Sebelumnya, harga batu bara sempat mencapai puncaknya lebih dari US$450 per ton pada September 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina.
Glencore Plc, sebagai salah satu eksportir terbesar batu bara, telah mengumumkan pemangkasan produksi guna menghadapi kondisi pasar yang menantang. Tambang Cerrejon di Kolombia, yang sebelumnya diperkirakan akan menghasilkan 11-16 juta ton batu bara tahun ini, kini diproyeksikan akan mengalami pengurangan produksi.
Dalam kondisi ini, para pelaku industri harus mempersiapkan strategi baru agar tetap bertahan di tengah persaingan global dan fluktuasi harga yang tidak menentu.