Jakarta, KilasDunia – Apple kembali menghadapi tekanan regulasi dari Uni Eropa. Kali ini, perusahaan asal Cupertino tersebut dipaksa untuk membuka lebih banyak opsi bagi pengguna iPhone dalam memilih browser dan mesin pencari.
Regulasi Digital Markets Act (DMA) yang diterapkan Uni Eropa bertujuan untuk menciptakan persaingan yang lebih adil dalam industri teknologi. Apple dituduh merancang iPhone agar sulit bagi pengguna untuk mengganti browser default, sehingga mempersempit pilihan dan memperkuat dominasi layanan internal mereka.
Perubahan ini akan memudahkan pengguna iPhone di Eropa untuk menggunakan browser alternatif tanpa hambatan. Namun, di sisi lain, Apple kemungkinan akan berupaya menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap mempertahankan ekosistem eksklusif yang selama ini menjadi ciri khasnya.